- Untuk menghilangkan keraguan bani Israil tentang kematian Fir'aun, dengan adanya jasad mereka bisa yakin bahwa Fir'aun sudah mati.
- Untuk membuktikan bahwa Fir'aun bukanlah tuhan seperti yang ia dakwa, karena tuhan tidak boleh mati.
Dalil nyata benarnya Al-Qur'an.
PENDAMPING HIDUP YANG BAIK
Carilah pendamping hidup yang bisa menjadi teman curhat dan bisa memberi jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.
Rasulullah Saw meminta saran kepada istri beliau Ummu Salamah ketika perintah beliau tidak dilaksanakan oleh para sahabat yaitu setelah perjanjian Hudaibiyah ketika Rasulullah Saw memerintahkan untuk mencukur rambut, bertahallul dan menyembelih hewan kurban. Kemudian ummu Salamah berkata;" wahai Rasulullah, janganlah engkau mencela para mereka, sebab mereka sedang merasakan sesuatu yang besar di luar perkiraan mereka terkait perjanjian Hudaibiyah itu dan kenyataan mereka akan kembali ke Madinah tanpa berhasil memasuki Mekkah."
Ummu Salamah juga memberi saran kepada Rasulullah Saw untuk keluar kemah dan tidak berbicara dengan siapapun, lalu menyembelih kurban dan mencukur rambutnya. sehingga para sahabat yang melihat langsung mengikuti Rasulullah Saw walaupun ada diantara mereka yang hampir saja melukai diri sendiri karena merasa janggal dengan isi perjanjian Hudaibiyah. Bukannya para sahabat melanggar perintah Nabi Saw tetapi hati mereka sedang merasa janggal dengan keputusan dari perjanjian Hudaibiyah, karena secara zhahir merugikan kaum muslimin dan menguntungkan kaum musyrikin Mekkah.
*Dari kisah ini dapat kita ambil kesimpulan bagi perempuan untuk terus belajar menjadi pribadi yang baik dan punya pendidikan karena mereka adalah sekolah pertama bagi anaknya dan tempat curhat suami ketika ada masalah ataupun tidak.*
Masih Perlukah Belajar Sirah Rasulullah Saw. ????
Sudah barang tentu bahwa kebahagiaan kita didunia dan mulia kita disisi Allah Swt. di akhirat kelak tidak akan terwujud seandainya kita tidak menjadikan Rasulullah Saw. sebagai panutan, Allah berfirman:
لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab:21).
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah uswah (suri tauladan) akan terwujud tanpa didasari ma’rifah (mengenal dengan sebenar-benarnya) Rasulullah saw.
Tentu saja tidak, karena kita akan menjadikan Baginda sebagai panutan setelah mengetahui siapa beliau sebenarnya, mengetahui beliau sebagai hambanya yang sempurna, dan memiliki dalil yang jelas di setiap hal yang berhubungan dengan Rasul.
Karena pada ibadah, tata krama, aktivitas, kediaman, perkataan, perbuatan, etika, berjalan, duduk, berdiri, tidur, bicara, diam, semua kondisi, dan diri beliau adalah suri teladan dan panutan. Oleh sebab itu, mari kita pelajari sirah rasullullah Saw. karna itu menjadi kebutuhan bagi kita untuk menjalani aktivitas kita sehari-hari
Bagi Anda yang mengklaim diri cinta kepada Rasulullah saw. sudahkah Anda mempelajari sirahnya dan menjadikannya sebagai panutan, apakah makna mahabbah Rasul yang kalian bicarakan, apakah itu hanya sebatas hiasan lisan dalam berkalam.
Mari sahabatku sekalian!!!
Kita sama-sama belajar sirah beliau saw. dan berusaha semaksimal mungkin untuk meninggalkan panutan yang tidak layak di ikuti, serta berusaha menjadikan Rasulullah saw. sebagai panutan yang haqiqi.
Esensi Sujud Syukur
Beberapa waktu ini kita mungkin sering melihat para pesepak bola muslim yang melakukan sujud syukur ketika mencetak gol atau meraih kemenangan setelah bertanding. Namun hal tersebut mungkin menyisakan banyak pertanyaan terkait keabsahan sujud syukur yang mereka lakukan, apakah sah atau tidak sehingga membuat penulis tertarik untuk membahas esinsi dari sujud syukur itu sendiri.
Dalam Islam sujud syukur termasuk suatu ibadah yang disunnahkan ketika mendapatkan suatu nikmat dan keinginan atau terhindar dari musibah dan marabahaya, seperti ketika mendapat harta, kemenangan dalam suatu pertandingan atau lain sebagainya, begitu juga ketika terhindar dari banjir, longsor, ataupun terhindar dari maksiat sehingga disunnahkan sujud syukur ketika melihat orang yang kurang beruntung dalam menjalani kehidupan dengan kurangnya fisik mereka, dan melihat orang yang melakukan maksiat.
Dan dianjurkan untuk menampakkan sujud dihadapan pelaku maksiat dengan mengharap mereka terketuk hatinya sebab melihat kita bersyukur dan tidak khawatir timbul perlakuan yang tidak diinginkan dari si pelaku maksiat tersebut.
Tetapi tidak dianjurkan untuk menampakkan sujud dihadapan orang yang terkena musibah agar mereka tidak makin hancur hati dan mentalnya dalam menghadapi musibah.
Dibalik itu semua perlu juga kita perhatikan bahwa setiap ibadah tentunya memiliki syarat dan ketentuan agar dianggap sah dan diberikan ganjaran setelah dilaksanakan.
Adapun tata cara sujud syukur sama seperti sujud tilawah yang dilakukan diluar sembahyang, yaitu:
- Niat sujud syukur
- Takbir dengan mengangkat tangan seperti takbiratul ihram
- Takbir untuk turun ketempat sujud tanpa mengangkat tangan
- Sujud satu kali seperti sujud shalat biasa
- Bangun dari sujud langsung salam seperti salam shalat biasa tanpa membaca tasyahud
Itu semua dilaksanakan setelah menyempurnakan semua syarat sah sembahyang seperti suci dari hadats, menutup aurat, dan menghadap qiblat.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan...
Kebiasaan Orang Sufi
Salah satu kebiasaan sufi adalah membantu mereka yang membutuhkan, termasuk masalah keuangan. Sebagai bukti kita cukup menyebutkan salah satu diatara mereka yakni Ibnu Mubarak.
Nama aslinya adalah Abdullah bin
al-Mubarak bin Wadhih al-Hanzhali at-Taimi al-Marwazi, dikenal sebagai sufi dan
ulama Khurasan.
Diriwayatkan bahwa Ibnu Mubarak sering pergi ke thursus, dan singgah di sebuah tempat
yang bernama ar-Riqqah.
Dikisahkan, disana ada seorang pemuda yang sering bertemu
dengannya. Ia dikenal sangat rajin dan selalu memenuhi kebutuhan Ibnu Mubarak untuk mengajar atau memberi Tausiah.
Tapi ketika ibu Ibbu Mubarak tiba, pemuda itu tidak terlihat. Ibnu
Mubarak pun bertanya-tanya di mana pemuda itu berada. Maka Ibnu Mubarak segera
mengirim utusan untuk mendapatkan kabar tentang kondisi pemuda itu. Ketika
utusan itu kembali, Ibnu Mubarak bertanya: “Di mana pemuda yang biasa hadir di
majelisku?
Dia dipenjara karena terlilit hutang
10.000 dirham,” jawab Utusan.
Ketika Ibnu Mubarak mendengar jawaban ini, dia terheran-heran. Kemudian Ia bertanya bertanya kepada siapa pemuda itu berhutang.
Setelah bertemu dengan orang yang
menghutangi pemuda tersebut, Ibnu
Mubarak melunasi semua hutang pemuda itu dengan jumlah 10.000 dirham. Tapi ada satu syarat bahwa tidak ada yang
diberitahu bahwa Ibnu Mubarak telah melunasi hutangnya. Setelah membayar,
pemuda itu pun dibebaskan.
Setelah dua hari, Ibnu Mubarak
bertemu dengan pemuda itu. "Anak muda, dari mana saja kamu? Aku tidak
melihatmu dalam beberapa hari,"
tanya Ibnu Mubarak.
Pemuda itu menjawab: “Wahai Abu
Abdurrahman, saya dipenjara kemarin karena terlilit hutang.”
"Jadi bagaimana kamu bisa
keluar?" gumam Ibnu Mubarak.
Pemuda itu menjawab: "Ada seorang pria yang datang dan membayar hutang saya. Tapi saya tidak tahu siapa dia." Ibnu Mubarak lalu menjawab: "Maka bersyukurlah kepada Allah wahai Anak Muda."
Pemuda itu bahkan tidak tahu siapa
yang membayar utangnya, kecuali setelah kematian Ibnu Mubarak.
Wallahu
‘alam.
Mengenal Sosok Pensyarah Kitab Minhaju Al-‘Abidin Karya Al-Ghazali
Ahmad Dahlan, seorang ulama yang berpendidikan tinggi, juga memiliki akhlak yang mulia. Dia adalah seorang ulama yang berhasil membuat banyak orang setuju dengannya. Ahmad Dahlan lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta. KH Abu Bakar -sang ayah- menyebut namanya sebagai Muhammad Darwis.
Masjid Gedhe Kesultanan
Yogyakarta berdiri di kawasan kelahiran Darwis. Sedangkan KH. Abu Bakar adalah
imam dan khatib senior masjid tersebut.
Sebagai anak seorang pemuka
agama, Ahmad Dahlan tidak eksklusif. Ia tetap menikmati bermain dengan
anak-anak seusianya tanpa rasa cemas. Secara umum, Ahmad Dahlan mampu terhubung
dengan perwakilan dari berbagai latar belakang.
Dia menghabiskan sebagian
besar masa kecil nya di Kauman. Ayah dan ibunya menciptakan suasana
yang luar biasa bagi perkembangan spiritual Ahmad Dahlan.
Setiap sore setelah mengaji,
Ahmad Dahlan kecil biasa menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya di
halaman Masjid Gedhe Kauman, masjid Gedhe Kauman seperti
rumah kedua bagi Ahmad Dahlan kecil.
Dia menghabiskan sebagian
besar masa kecilnya di sekitar masjid. Ahmad Dahlan suka bermain di halaman
masjid. Sehingga ia seolah hafal setiap sudut Masjid Gedhe Kauman. Misalnya
terkait jenis ukiran, warna setiap sudut dan lain-lain. Singkatnya,
Ahmad Dahlan seperti mengenal kondisi luar dan dalam Masjid Gedhe
Kauman.
Seperti anak-anak lainnya,
Ahmad Dahlan kecil menyukai berbagai permainan seperti layang-layang dan
gobak-sodor. Hal yang mengesankan adalah setiap kali ada masalah di antara
mereka saat bermain atau nongkrong, dia selalu memiliki jalan keluar. Saat itu,
Ahmad Dahlan diam-diam dikukuhkan sebagai semacam ketua kelompok.
Ahmad Dahlan adalah keturunan
ke-12 dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang Waliun (katakanlah: Sembilan Pelopor Perkembangan
Islam di Pulau Jawa).
Sejak kecil Ahmad Dahlan
dikenal sangat peduli dengan agama. Ia mudah bergaul dan memiliki jiwa sosial
yang tinggi.
Pada usia tujuh tahun, Ahmad
Dahlan bersekolah di pesantren. Di sana ia tidak hanya belajar mengaji, tapi
juga ilmu agama dan bahasa Arab. Kemudian, pada tahun 1883, ketika dia berusia
15 tahun, dia pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan belajar selama
lima tahun. Gurunya pun senang karena ia dinilai sebagai murid yang cerdas dan mudah
bergaul.
Kapan nama Muhammad Darwis diganti menjadi Ahmad Dahlan? Suatu ketika, pada tahun 1888,
sekembalinya dari menunaikan ibadah haji dari Mekkah, sebagaimana kebiasaan
kala itu, namanya diganti menjadi Ahmad Dahlan. Ia juga diangkat menjadi juru
tulis Masjid Gedhe di Kesultanan Yogyakarta dengan gelar Khatib Amin.
Ahmad Dahlan kembali ke Tanah
Suci pada tahun 1902. Selain ziarah, ia aktif menimba ilmu dan
pengalaman di sana. Dia menggali lebih dalam ide-ide reformis Jamaluddin
Al-Afghani, dan Rashid Ridha. Mereka adalah pemikir dan pembaru Muslim terkenal
pada saat itu.
Di Mekkah ia berguru kepada
Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, seorang ulama besar Minangkabau. Dialog menarik
terjadi antara peneliti reformasi dan Ahmad Dahlan.
“Itu tepat sekali. Padahal,
banyak hal dalam ajaran Islam yang perlu dimutakhirkan," ujar Ahmad
Dahlan.
Pada tahun 1904, Ahmad Dahlan
kembali ke Indonesia dan aktif memperdalam ilmunya. Dia belajar dengan ulama
terkenal. Misalnya, ia belajar astronomi dengan Syekh Jamil Jambek di
Bukittinggi.
Ahmad Dahlan berusaha mereformasi penyebaran Islam. Baginya: “Kemerosotan Islam di Indonesia berasal dari masyarakatnya sendiri. Ajaran-ajaran kuno masih kuat dianut. Mereka bercampur dengan agama lain, sehingga ajaran Islam yang murni memudar dan menjadi kabur,” ujar Ahmad Dahlan.
Perhatian Nabi Ibrahim A.S Dalam Memilih Menantu
Setelah lama ditinggal sang ayah di kota makkah bersama ibunya, dan setelah mengalami peristiwa penyembelihan yang diperintahkan Allah, Nabi Isma'il pun tumbuh besar hingga beranjak remaja, Ketika itu Isma'il belajar bahasa Arab dari kabilah Jurhum. Karena merasa tertarik kepadanya, maka mereka mengawinkan salah seorang wanita dari golongan mereka. Saat itu ibunda Nabi Isma'il sudah meninggal dunia.
Suatu saat Nabi Ibrahim tertarik untuk menjenguk keluarga yang ditinggalkannya, Maka
beliau datang setelah pernikahan itu. Tatkala tiba di rumah Isma'il, beliau
tidak mendapatkan Isma'il. Maka beliau bertanya kepada istrinya, bagaimana
keadaan mereka berdua. Istri Isma'il mengeluhkan kehidupan mereka yang melarat.
Maka Nabi Ibrahim menitip pesan, agar Ismail mengubah palang pintu rumahnya .
Setelah diberitahu, Ismail mengerti maksud pesan ayahnya. Maka Ismail
menceraikan istrinya dan kawin lagi dengan wanita lain yaitu putri Mudhadh bin
Amru, pemimpin dan pemuka kabilah Jurhum.
Setelah
perkawinan Isma'il yang kedua ini, Nabi Ibrahim datang lagi, namun tidak bisa
bertemu dengan Isma'il. Beliau bertanya kepada istri Isma'il tentang keadaan
mereka berdua. Jawaban istri Isma'il adalah pujian kepada Allah. Lalu Nabi
Ibrahim kembali lagi ke Palestina setelah menitipkan pesan lewat istri Isma'il.
Agar Isma'il memperkokoh palang pintu rumahnya.
Setelah
diberitahu Isma'il pun mengerti maksud pesan ayah nya sehingga beliau
mempertahankan perkawinan tersebut hingga dikaruniai anak oleh Allah sebanyak
dua belas, semuanya laki-laki, yaitu:
2. Qaidar,
3. Adba'il,
4. Mibsyam,
5. Misyma',
6. Duma,
7. Misya,
8. Hadad,
9. Taima,
10. Yathur,
11. Nafis,
12. Dan Qaiduman.
Dari cerita diatas dapat kita petik pekajaran bahwa betapa besar perhatian Nabi Ibrahim A.S terhadap menantu yang akan menjadi seorang ibu untuk cucu-cucu nya, karena keturunan yang baik tentunya berasal dari orang yang baik pula, dan perlu kita perhatikan bahwa Nabi Ibrahim A.S menilai baik tidak nya seorang menantu tergantung sebesar mana keimanannya kepada Allah, beliau tidak menilai kecantikan fisik, atau pun materi yang dimilikinya.
BEKAL UTAMA DALAM BERDAKWAH
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu diwajibkan kepada setiap muslim
"Jangan masuk ke medan dakwah, kecuali
engkau memperoleh ilmu yang cukup. Bertapa banyak para pendakwah yang jahil,
apabila mereka ditanya kemudian berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka tersesat
dan menyesatkan"
Mari Sejenak Merenungi Kehidupan
Tak tau akhirnya sampai dan entah bagaimana ujungnya.
Akhirat disangka mimpi, tak benar terjadi, sering di tertawakan bahkan tak jarang dimaki.
Sementara dunia terus di sanjung, diburu tiada henti, demi sebuah upah yang tidak berarti.
Dunia oh dunia ku telah menipu-ku.
Aku mengejar-mu dari pagi hingga sore hari, bahkan malam kita pun tak luput akan kegelisahan urusan dunia.
Di usia-ku saat ini Aku tidak sedang bertanya apa lagi yang kuinginkan.
Di usia ku saat ini, harusnya aku hanya bertanya apakah Allah sudah mengampuni dosa-dosaku.
Terkadang kita sibuk membicarakan aib orang lain padahal diri kita penuh dengan aib yang kita lalai untuk memperbaikinya.
Terkadang kita sibuk meratapi kesedihan masa lalu sehingga lupa ada masa di mana kesedihan itu pasti berakhir.
Kita sibuk menangisi luka hingga lupa ada jutaan dosa yang layak kita ratapi.
Obat Lupa dan Penguat Hafalan
Ali bin Khasyram berkata: "Aku melihat Waqi' bin Jarrah. Dia tidak pernah terlihat membawa buku sedangkan Dia lebih banyak menghafal dari pada kami. Aku takjub dengan hal itu lalu kutanyakan kepadanya: "Wahai Waqi', kamu tidak pernah membawa buku dan menulis, lalu kamu lebih banyak hafal daripada kami?"
Benarkah Berdzikir Dapat Menentramkan Hati ????
Bagi
kaum beriman, tenangnya hati seharusnya bukan disebabkan oleh berlimpahnya
harta, atau tingginya jabatan. Tenangnya hati selayaknya disebabkan oleh
aktifnya mengingat nama-nama dan keagungan Allah swt. Karena dengan berdzikir jiwa
kita akan tentram. Apalagi dzikir itu dimaksudkan untuk mendorong hati menuju
kesadaran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah swt, bukan sekadar ucapan
dengan lidah.
Sebagai seorang yang beriman, sudah seharusnya segala urusan dalam hidup harus menjadi zikrullah dan jalan untuk lebih dekat kepada Allah. Jika diberi kelebihan jangan ujub, dan jika diberi kekurangan jangan minder. Terima saja, karena semua adalah milik Allah. Yang menurut manusia cacat dan kurang, boleh jadi itu adalah cara Allah melindungi hamba-Nya dari kesombongan, dari ujub dan dari kemaksiatan.
Rumus ketenangan hati, yakni jika melihat kelebihan orang lain jangan iri, karena semua hanya milik Allah. Dan jika melihat kekurangan orang lain jangan menghina, karena boleh jadi orang yang memiliki keterbatasan dalam dirinya, justru memiliki kemuliaan disisi Allah SWT dibandingkan orang yang merasa sempurna. Jika kita ingin merasakan nikmatnya iman, kuncinya adalah zikrullah. Sebagaimana firman-Nya :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ القُلُوْب
Artinya:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram"
Seharusnya kita ingat Allah
bukan hanya saat melihat langit. Paling nikmat dalam hidup ini adalah mengagumi
Allah dengan melihat ciptaannya, betapa Maha Kuasanya Allah yang telah
menciptakan alam semesta beserta isinya.
Bagaimana Para Sahabat Mati-Matian Membela Nabi ﷺ Pada Saat Perang Uhud?
Di
antara mereka yang mati-matian membela Nabi ﷺ adalah:
1. Abu Thalhah Al-Anshari radhiallahu’anhu, Ketika perang Uhud, kaum muslimin lari meninggalkan Rosululloh ﷺ sedangkan Abu Tholhah berada di hadapan Nabi ﷺ., melindunginya dengan perisai.”
Anas mengatakan: “Abu Tholhah adalah seorang pemanah yang handal, ia sangat cepat dalam mencabut anak panah. Pada hari itu ia mematahkan dua atau tiga buah busur (saking banyaknya dia memanah-pent.)”
Ref:
Al-Lu’lu’ Al-Maknun
Memaknai Hakikat Syukur
صرف العبد جميع ما انعم الله به فيما خلق لاجله اي ان يصرف جميع الاعضاء والمعانى انعم الله عليه بها فى الطاعات التى طلب استعمالها فيها (اعانة الطالبين جص)
Artinya: “menyalurkan (memfungsikan) semua yang telah dikaruniakan Allah kepada hambaNya menurut fungsi dan tujuannya. Atau menyalurkan (memfungsikan) semua potensi yang telah dikaruniakan oleh Allah untuk tujuan pengabdian kepadaNya.
Allah subhânahu wata’âlâ memerintahkan agar kita semua bersyukur kepada-Nya. Perintah ini tidak berarti bahwa Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia. Tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Tuhan yang Maha Kaya, Terpuji dan Berkuasa atas seluruh alam ini. Perintah syukur itu sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan manusia sendiri sebab Allah akan menambah nikmat-Nya kepada manusia apabila manusia bersyukur kepada-Nya sebagaimana ditegaskan dalam surat Ibrahim, ayat 7:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
1. Adzab dari Allah subhânahu wata’âlâ:
•Bisa berupa siksaan di neraka kelak.
•Bisa juga berupa guncangan mental yang membuat hidup di dunia ini tidak tenang.
•Bisa mengalami stres berkepanjangan.
Bersyukur kepada Allah subhânahu wata’âlâ sesungguhnya tidak cukup kalau hanya mengucapkan “alhamdulillah” saja sebab setidaknya ada tiga cara mengungkapkannya sebagai berikut:
1.Melalui Aktivitas Lisan
Aktivitas lisan ini, ucapan “alhamdulillah” adalah hal minimal yang harus kita lakukan. Aktivitas lain adalah berkata yang baik-baik.
2.Melalui Aktivitas Hati
Dalam aktivitas hati ini, bagaimana mengelola hati menjadi hal sangat penting. Aktivitas hati terkait dengan syukur bisa diwujudkan dalam bentuk perasaan senang, ikhlas dan rela dengan apa sudah yang ada. Syukur tidak mensyaratkan sukses dalam hidup ini sebab kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia takkan pernah bisa dihitung. Manusia takkan pernah mampu menghitung seluruh kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Allah dalam surat Ar-Rahman, ayat 13, bertanya kepada manusia:
فَبِأَيِّ آلاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Artinya: “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat tersebut diulang berkali-kali dalam ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama, yakni Ar-Rahman. Pengulangan ini tentu bukan tanpa maksud. Allah menantang kepada manusia untuk jujur dalam membaca dan menghitung kenikmatan yang telah Dia berikan. Bagaimana kita bisa bisa bernapas, bagaimana kita bisa melihat dan mendengar serta bagaimana kita bisa merasakan dengan panca indera kita? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu saja kita sudah tidak mampu menghitung berapa kenimatan yang terlibat di dalamnya. Maka barangsiapa tidak bersyukur kepada Allah, sesungguhnya dia telah kufur atau mengingkari kenikmatan-kenikmatan
Orang-orang yang bersyukur kepada Allah tentu memiliki jiwa yang ikhlas dalam melakukan dan menerima sesuatu. Orang-orang yang bersyukur tentu tidak suka berkeluh kesah atas kekurangan-kekurangan atau hal-hal tidak menyenangkannya. Orang-orang bersyukur tentu lebih sabar daripada mereka yang tidak bersyukur. Memang untuk bisa bersyukur kita perlu kesabaran. Untuk bersabar kita perlu keikhlasan. Dengan kata lain, syukur, sabar dan ikhlas sesungguhnya saling berkaitan.
3.Melalui Aktivitas Fisik
Bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk:
•Baik melibatkan orang lain, seperti berbagi rejeki, ilmu pengetahuan, kegembiraan dan sebagainya.
•Atau Hanya melibatkan diri sendiri.
اعلم أن العبد لا يكون شاكرا لمولاه إلا إذا استعمل نعمته في محبته أي فيما أحبه لعبده لا لنفسه وأما إذا استعمل نعمته فيما كرهه فقد كفر نعمته كما إذا أهملها وعطلها وإن كان هذا دون الأول إلا أنه كفران للنعمة بالتضييع
Ketahuilah…
Seseorang tidak dikatakan bersyukur selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya sebagaimana bila ia menganganggurkan nikmat tersebut karena artinya ia telah menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai kehidupan bahagia.
Ref:
•Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah hal 64 dan
•Mau’izhoh al-Mu’miniin Min Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/420
Akan Terjadi Gerhana Bulan Total di Aceh Pada hari Selasa 8 November 2022, Kemungkinan Akan Berlangsung Selama 25 Menit

Dan kami juga membaca, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg menyampaikan bahwa, gerhana bulan jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal hal buruk lainnya karena gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah. Iqbal menghimbau agar Imam Masjid dan Mushalla/Meunasah di seluruh Aceh dapat melaksanakan shalat sunnah gerhana (khusuf al-qamar) yang dilanjutkan dengan sedikit khutbah gerhana pada saat gerhana terjadi sebagaimana data di atas, dianjurkan setelah shalat maghrib berjamaah tepat ketika sedang terjadi gerhana bulan total. tatacara shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar) dilaksanakan dua rakaat dengan dua kali ruku’ pada setiap rakaatnya, Adapun di diantara ruku’ pada setiap rakaat dibacakan beberapa ayat Al-quran. Tata cara ini juga berlaku pada rakaat kedua sehingga dalam dua rakaat shalat gerhana terdapat empat kali ruku’ dan empat kali membaca ayat-ayat Alquran.
Dan insya allah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Observatorium Pengamatan, Tgk. Chiek Kuta Karang akan memusatkan pengamatan Lantai III Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh dengan menggunakan 6 unit teleskop astronomi.
Warga Aceh juga dapat melihat proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung ke arah timur ketika bulan mulai terbit pada pukul 18.17 Wib hingga berakhir gerhana sebagian pukul 19.49 Wib, juga dapat melihat live peristiwa gerhana bulan pada channel youtube “Kemenag Aceh” atau Facebook “Kemenag Aceh.”
Berdasarkan pengetahuan kami dari Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kamis (03/November/22), mereka memberitahu bahwa gerhana bulan kemungkinan terjadi mulai pukul 15.08 WIB dimulai dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian akan terjadi lagi gerhana bulan sebahagian pada pukul 16.08 WIB. Sedangkan awal gerhana bulan total kemungkinan terjadi pada pukul 17.16 WIB, puncaknya pada pukul 17.16 WIB, juga puncak gerhana tersebut akan berakhir pada pukul 18.42 WIB. Setelah total, kemungkinan berlanjut dengan gerhana bulan sebahagian hingga pukul 19.49 WIB dan akhir penumbra terjadi pada pukul 20.57 WIB.
Adapun terjadi gerhana secara keseluruhan, gerhana akan terjadi selama 5 jam 57 menit, tetapi wilayah Aceh hanya dapat merasakan gerhana ini selama 1 jam 32 menit, mulai pukul 18.17 ketika bulan mulai terbit dari arah timur.
Sedangkan terjadi gerhana bulan total, kemungkinan hanya dapat dirasakan oleh warga aceh sekitar 25 menit saja.
Imam Haddad dan Pentingnya Menulis
Seiring berkembangnya zaman banyak kelompok manusia yang tampak berkembang namun kapasitas dan pemikiran mereka semakin berkurang.
Bahkan, dewasa ini sering terdengar ditelinga sebuah ungkapan “ulama terdahulu mengarang dalam berbagai disiplin ilmu, untuk zaman sekarang apa faedahnya kita menyibukkan diri untuk menyusun kitab! Apa karangan mereka tidak mampu menjawab permasalahan sekarang”. kata sebagian orang yang tidak berpikir.
Beranjak dari ungkapan di atas penulis tertarik untuk
mengkaji sebuah jawaban cerdas habib abdullah bin alawi al haddad yang mengutarakan
bahwa orang yang berkata demikian sangat tolol. Karena secara fitrah hati
manusia cenderung kepada hal-hal yang baru dan Allah swt. membuat ulama
berbicara sesuai dengan ahli zamannya.
Selain itu, mengarang juga membuat ilmu yang dimiliki
akan tersebar luas, generasi sesudah kita bisa mengambil banyak manfaat,
pengarang memperoleh hasil yang bernilai berupa syi’ar ilmu agama, dan
ia tertulis sebagai orang ‘alim yang berdakwah di jalan Allah SWT.
Seperti Sabda Rasul SAW :
من انعش لسانه حقا يعمل به من
بعده اجري عليه اجره الى يوم القيامة
Siapa saja yang mengatakan kebenaran sehingga beramal
oleh generasi sesudahnya, ia akan mendapatkan pahala orang yang beramal hingga qiyamah.
Wallahu
a’lam
Kisah Pernikahan Yusuf Dengan Permaisuri Zulaikha
Sepeninggal raja mesir, al-Azizi, permaisuri Zulaikha jatuh pailit, papa lagi pikun, dan terkena penyakit rabun mata. Kendati demikian api asmaranya terhada Yusuf A.S. tidak pupus, bahkan kian berpendar semarak dipelabuhan hatinya. Padahal ia berusaha sehabis daya untuk memadamkannya.
Suatu ketika ia membanting berhala sesembahannya hingga remuk redam. Hal itu ia lakukan karena ternyata “barang yang dianggapnya Tuhan” itu tak mampu mengusir kekalutan hidupnya. Ia kemudian menyatakan diri masuk Islam.
“Ya Allah, tak ada lagi bagi hamba harta dan kecantikan yang pernah kumiliki. Hamba kini menjadi ibu tua yang fakir lagi hina. Terlebih-lebih, bencana yang tak kunjung berakhir, yakni rasa rindu dendam dan cintaku yang amat dalam kepada Yusuf.
“Ya Allah, betapa bahagia andai Engkau pertemukan aku dengannya. Kalaupun tidak, lebih baik cabutlah tangkai asmara itu dari kalbu ini, agar lebih ringan derita yang hamba tanggung" Doa Zulaikha kepada Allah.
Rintihan doa yang penuh keikhlasan itu didengar oleh Malaikat: “Ya Tuhan, Zulaikha datang mengetuk pintu-Mu memohon uluran tangan belas kasih-Mu.
“Wahai para Malaikat-Ku, Aku tahu, Dan kiranya sekaranglah saat ia harus lepas dari derita berkepanjangan“ Allah SWT. menjawab permohonan Malaikat.
Suatu hari, Yusuf sang raja, diiringi beberapa pengawalnya lewat di depan rumah Zulaikha. Kebetulan Zulaikha baru keluar dari rumahnya. Ia melihat Yusuf, lalu menyindirnya dengan kata-kata: “Subhanallah (Maha Suci Allah) yang dengan rahmat-Nya menjadikan hamba-hamba-Nya sebagai raja.” Yusuf tertegun menghentikan langkahnya.
“Siapa Anda wahai perempuan?” tanyanya. “Aku seorang yang pernah membelimu dengan intan permata misik dan mutiara. Akulah si perempuan yang tidak pernah enak makan dan tak nyenyak tidur lantaran dibakar api asmara kepadamu.”
“Oh, aku ingat sekarang! Di manakah harta dan kekayaanmu. Manapula kecantikanmu?”
“Wahai Yusuf, semuanya telah sirna! Di makan oleh rasa rindu dan cintaku kepadamu yang merasuk jiwa.”
“Sekarang bagaimana perasaanmu?”
“Sungguh kian bergejolak dalam kalbu.”
Perbincangan Yusuf dengan Zulaikha di atas tidak jauh berbeda dengan perbincangan seorang Mukmin dengan malaikat setelah ia dibaringkan di dalam kubur.
“Mana hartamu di dunia dahulu?” tanya malaikat.
“Ia telah pergi binasa.” Jawab Mukmin.
“Dan mana kebun dan sawah ladangmu yang subur menghijau itu?”
“Ia pun telah hilang musnah.”
“Kemana pula rumah, gedung dan villamu?”
“Semuanya lenyap bersama anak-anak dan kerabatku.”
“Bagaimanakah pengetahuanmu tentang Allah?”
“Allah adalah Tuhanku, Islam Agamaku dan Muhammad Nabiku.”
Akhirnya menikahlah Nabi Yusuf A.S. dan Zulaikha.



.jpeg)










