Carilah pendamping hidup yang bisa menjadi teman curhat dan bisa memberi jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.
Rasulullah Saw meminta saran kepada istri beliau Ummu Salamah ketika perintah beliau tidak dilaksanakan oleh para sahabat yaitu setelah perjanjian Hudaibiyah ketika Rasulullah Saw memerintahkan untuk mencukur rambut, bertahallul dan menyembelih hewan kurban. Kemudian ummu Salamah berkata;" wahai Rasulullah, janganlah engkau mencela para mereka, sebab mereka sedang merasakan sesuatu yang besar di luar perkiraan mereka terkait perjanjian Hudaibiyah itu dan kenyataan mereka akan kembali ke Madinah tanpa berhasil memasuki Mekkah."
Ummu Salamah juga memberi saran kepada Rasulullah Saw untuk keluar kemah dan tidak berbicara dengan siapapun, lalu menyembelih kurban dan mencukur rambutnya. sehingga para sahabat yang melihat langsung mengikuti Rasulullah Saw walaupun ada diantara mereka yang hampir saja melukai diri sendiri karena merasa janggal dengan isi perjanjian Hudaibiyah. Bukannya para sahabat melanggar perintah Nabi Saw tetapi hati mereka sedang merasa janggal dengan keputusan dari perjanjian Hudaibiyah, karena secara zhahir merugikan kaum muslimin dan menguntungkan kaum musyrikin Mekkah.
*Dari kisah ini dapat kita ambil kesimpulan bagi perempuan untuk terus belajar menjadi pribadi yang baik dan punya pendidikan karena mereka adalah sekolah pertama bagi anaknya dan tempat curhat suami ketika ada masalah ataupun tidak.*
Sudah barang tentu bahwa kebahagiaan kita didunia dan mulia kita disisi Allah Swt. di akhirat kelak tidak akan terwujud seandainya kita tidak menjadikan Rasulullah Saw. sebagai panutan, Allah berfirman:
لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab:21).
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah uswah (suri tauladan) akan terwujud tanpa didasari ma’rifah (mengenal dengan sebenar-benarnya) Rasulullah saw.
Tentu saja tidak, karena kita akan menjadikan Baginda sebagai panutan setelah mengetahui siapa beliau sebenarnya, mengetahui beliau sebagai hambanya yang sempurna, dan memiliki dalil yang jelas di setiap hal yang berhubungan dengan Rasul.
Karena pada ibadah, tata krama, aktivitas, kediaman, perkataan, perbuatan, etika, berjalan, duduk, berdiri, tidur, bicara, diam, semua kondisi, dan diri beliau adalah suri teladan dan panutan. Oleh sebab itu, mari kita pelajari sirah rasullullah Saw. karna itu menjadi kebutuhan bagi kita untuk menjalani aktivitas kita sehari-hari
Bagi Anda yang mengklaim diri cinta kepada Rasulullah saw. sudahkah Anda mempelajari sirahnya dan menjadikannya sebagai panutan, apakah makna mahabbah Rasul yang kalian bicarakan, apakah itu hanya sebatas hiasan lisan dalam berkalam.
Mari sahabatku sekalian!!!
Kita sama-sama belajar sirah beliau saw. dan berusaha semaksimal mungkin untuk meninggalkan panutan yang tidak layak di ikuti, serta berusaha menjadikan Rasulullah saw. sebagai panutan yang haqiqi.
Setelah
lama ditinggal sang ayah di kota makkah bersama ibunya, dan setelah mengalami
peristiwa penyembelihan yang diperintahkan Allah, Nabi Isma'il pun tumbuh besar hingga beranjak
remaja,Ketika itu Isma'il belajar bahasa Arab dari kabilah
Jurhum. Karena merasa tertarik kepadanya, maka mereka mengawinkan salah seorang
wanita dari golongan mereka. Saat itu ibunda Nabi Isma'il sudah meninggal dunia.
Suatu saat Nabi Ibrahim tertarik untuk menjenguk keluarga yang ditinggalkannya, Maka
beliau datang setelah pernikahan itu. Tatkala tiba di rumah Isma'il, beliau
tidak mendapatkan Isma'il. Maka beliau bertanya kepada istrinya, bagaimana
keadaan mereka berdua. Istri Isma'il mengeluhkan kehidupan mereka yang melarat.
Maka Nabi Ibrahim menitip pesan, agar Ismail mengubah palang pintu rumahnya .
Setelah diberitahu, Ismail mengerti maksud pesan ayahnya. Maka Ismail
menceraikan istrinya dan kawin lagi dengan wanita lain yaitu putri Mudhadh bin
Amru, pemimpin dan pemuka kabilah Jurhum.
Setelah
perkawinan Isma'il yang kedua ini, Nabi Ibrahim datang lagi, namun tidak bisa
bertemu dengan Isma'il. Beliau bertanya kepada istri Isma'il tentang keadaan
mereka berdua. Jawaban istri Isma'il adalah pujian kepada Allah. Lalu Nabi
Ibrahim kembali lagi ke Palestina setelah menitipkan pesan lewat istri Isma'il.
Agar Isma'il memperkokoh palang pintu rumahnya.
Setelah
diberitahu Isma'il pun mengerti maksud pesan ayah nya sehingga beliau
mempertahankan perkawinan tersebut hingga dikaruniai anak oleh Allah sebanyak
dua belas, semuanya laki-laki, yaitu:
1.Nabat atau Nabyuth,
2.Qaidar,
3.Adba'il,
4.Mibsyam,
5.Misyma',
6.Duma,
7.Misya,
8.Hadad,
9.Taima,
10.Yathur,
11.Nafis,
12.Dan Qaiduman.
Dari
cerita diatas dapat kita petik pekajaran bahwa betapa besar perhatian Nabi
Ibrahim A.S terhadap menantu yang akan menjadi seorang ibu untuk cucu-cucu nya,
karena keturunan yang baik tentunya berasal dari orang yang baik pula, dan
perlu kita perhatikan bahwa Nabi Ibrahim A.S menilai baik tidak nya seorang
menantu tergantung sebesar mana keimanannya kepada Allah, beliau tidak menilai
kecantikan fisik, atau pun materi yang dimilikinya.
Ali bin Khasyram berkata: "Aku melihat Waqi' bin Jarrah. Dia tidak pernah terlihat membawa buku sedangkan Dia lebih banyak menghafal dari pada kami. Aku takjub dengan hal itu lalu kutanyakan kepadanya: "Wahai Waqi', kamu tidak pernah membawa buku dan menulis, lalu kamu lebih banyak hafal daripada kami?"
Waqi' berbisik di telingaku, Ia berkata: "Wahai Ali, kalau kuberitahu kamu obat lupa apakah kamu akan mengerjakannya?"
"Iya, demi Allah" jawab Ali.
Dia berkata: "Meninggalkan maksiat. Demi Allah Aku tidak tahu yang menguatkan hafalan lebih baik daripada meninggalkan maksiat."
قال علي بن خشرم رحمه الله : رأيت وكيع بن الجراح ولم يكن بيده كتاب ، وكان يحفظ مالا نحفظ فعجبت من ذلك فسألته
وقلت : يا وكيع لا تحمل كتاباً ولا تكتب سواداً في بياض ، وتحفظ أكثر مما نحفظ ؟
فقال وكيع وقد أسّر في أُذني : ياعلي ! إن دللتك على دواء النسيان أتعمل به ؟ قلت إي وا
قال ترك المعاصي فوالله ما رأيت أنفع للحفظ من ترك المعاصي
Bagi
kaum beriman, tenangnya hati seharusnya bukan disebabkan oleh berlimpahnya
harta, atau tingginya jabatan. Tenangnya hati selayaknya disebabkan oleh
aktifnya mengingat nama-nama dan keagungan Allah swt. Karena dengan berdzikir jiwa
kita akan tentram. Apalagi dzikir itu dimaksudkan untuk mendorong hati menuju
kesadaran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah swt, bukan sekadar ucapan
dengan lidah.
Sebagai
seorang yang beriman, sudah seharusnya segala urusan dalam hidup harus menjadi
zikrullah dan jalan untuk lebih dekat kepada Allah. Jika diberi kelebihan
jangan ujub, dan jika diberi kekurangan jangan minder. Terima saja, karena
semua adalah milik Allah. Yang menurut manusia cacat dan kurang, boleh jadi itu
adalah cara Allah melindungi hamba-Nya dari kesombongan, dari ujub dan dari
kemaksiatan.
Rumus ketenangan hati, yakni jika melihat kelebihan orang lain jangan iri,
karena semua hanya milik Allah. Dan jika melihat kekurangan orang lain jangan
menghina, karena boleh jadi orang yang memiliki keterbatasan dalam dirinya,
justru memiliki kemuliaan disisi Allah SWT dibandingkan orang yang merasa
sempurna. Jika kita ingin merasakan nikmatnya iman, kuncinya adalah zikrullah. Sebagaimana
firman-Nya :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ القُلُوْب
Artinya:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram"
Seharusnya kita ingat Allah
bukan hanya saat melihat langit. Paling nikmat dalam hidup ini adalah mengagumi
Allah dengan melihat ciptaannya, betapa Maha Kuasanya Allah yang telah
menciptakan alam semesta beserta isinya.
صرف العبد جميع ما انعم الله به فيما خلق لاجله اي ان يصرف جميع الاعضاء والمعانى انعم الله عليه بها فى الطاعات التى طلب استعمالها فيها (اعانة الطالبين جص)
Artinya: “menyalurkan (memfungsikan) semua yang telah dikaruniakan Allah kepada hambaNya menurut fungsi dan tujuannya. Atau menyalurkan (memfungsikan) semua potensi yang telah dikaruniakan oleh Allah untuk tujuan pengabdian kepadaNya.
Allah subhânahu wata’âlâ memerintahkan agar kita semua bersyukur kepada-Nya. Perintah ini tidak berarti bahwa Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia. Tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Tuhan yang Maha Kaya, Terpuji dan Berkuasa atas seluruh alam ini. Perintah syukur itu sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan manusia sendiri sebab Allah akan menambah nikmat-Nya kepada manusia apabila manusia bersyukur kepada-Nya sebagaimana ditegaskan dalam surat Ibrahim, ayat 7:
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
1. Adzab dari Allah subhânahu wata’âlâ:
•Bisa berupa siksaan di neraka kelak.
•Bisa juga berupa guncangan mental yang membuat hidup di dunia ini tidak tenang.
•Bisa mengalami stres berkepanjangan.
Bersyukur kepada Allah subhânahu wata’âlâ sesungguhnya tidak cukup kalau hanya mengucapkan “alhamdulillah” saja sebab setidaknya ada tiga cara mengungkapkannya sebagai berikut:
1.Melalui Aktivitas Lisan
Aktivitas lisan ini, ucapan “alhamdulillah” adalah hal minimal yang harus kita lakukan. Aktivitas lain adalah berkata yang baik-baik.
2.Melalui Aktivitas Hati
Dalam aktivitas hati ini, bagaimana mengelola hati menjadi hal sangat penting. Aktivitas hati terkait dengan syukur bisa diwujudkan dalam bentuk perasaan senang, ikhlas dan rela dengan apa sudah yang ada. Syukur tidak mensyaratkan sukses dalam hidup ini sebab kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia takkan pernah bisa dihitung. Manusia takkan pernah mampu menghitung seluruh kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Allah dalam surat Ar-Rahman, ayat 13, bertanya kepada manusia:
فَبِأَيِّ آلاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Artinya: “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat tersebut diulang berkali-kali dalam ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama, yakni Ar-Rahman. Pengulangan ini tentu bukan tanpa maksud. Allah menantang kepada manusia untuk jujur dalam membaca dan menghitung kenikmatan yang telah Dia berikan. Bagaimana kita bisa bisa bernapas, bagaimana kita bisa melihat dan mendengar serta bagaimana kita bisa merasakan dengan panca indera kita? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu saja kita sudah tidak mampu menghitung berapa kenimatan yang terlibat di dalamnya. Maka barangsiapa tidak bersyukur kepada Allah, sesungguhnya dia telah kufur atau mengingkari kenikmatan-kenikmatan
Orang-orang yang bersyukur kepada Allah tentu memiliki jiwa yang ikhlas dalam melakukan dan menerima sesuatu. Orang-orang yang bersyukur tentu tidak suka berkeluh kesah atas kekurangan-kekurangan atau hal-hal tidak menyenangkannya. Orang-orang bersyukur tentu lebih sabar daripada mereka yang tidak bersyukur. Memang untuk bisa bersyukur kita perlu kesabaran. Untuk bersabar kita perlu keikhlasan. Dengan kata lain, syukur, sabar dan ikhlas sesungguhnya saling berkaitan.
3.Melalui Aktivitas Fisik
Bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk:
•Baik melibatkan orang lain, seperti berbagi rejeki, ilmu pengetahuan, kegembiraan dan sebagainya.
•Atau Hanya melibatkan diri sendiri.
اعلم أن العبد لا يكون شاكرا لمولاه إلا إذا استعمل نعمته في محبته أي فيما أحبه لعبده لا لنفسه وأما إذا استعمل نعمته فيما كرهه فقد كفر نعمته كما إذا أهملها وعطلها وإن كان هذا دون الأول إلا أنه كفران للنعمة بالتضييع
Ketahuilah…
Seseorang tidak dikatakan bersyukur selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya sebagaimana bila ia menganganggurkan nikmat tersebut karena artinya ia telah menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai kehidupan bahagia.
Ref:
•Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah hal 64 dan
•Mau’izhoh al-Mu’miniin Min Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/420
Dan
kami juga membaca, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H
Iqbal SAg MAg menyampaikan bahwa, gerhana bulan jangan dikaitkan dengan
kematian, musibah atau hal hal buruk lainnya karena gerhana bulan merupakan
fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah. Iqbal menghimbau
agar Imam Masjid dan Mushalla/Meunasah di seluruh Aceh dapat melaksanakan
shalat sunnah gerhana (khusuf al-qamar) yang dilanjutkan dengan sedikit khutbah
gerhana pada saat gerhana terjadi sebagaimana data di atas, dianjurkan setelah
shalat maghrib berjamaah tepat ketika sedang terjadi gerhana bulan total.
tatacara shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar) dilaksanakan dua rakaat dengan
dua kali ruku’ pada setiap rakaatnya, Adapun di diantara ruku’ pada setiap
rakaat dibacakan beberapa ayat Al-quran. Tata cara ini juga berlaku pada rakaat
kedua sehingga dalam dua rakaat shalat gerhana terdapat empat kali ruku’ dan
empat kali membaca ayat-ayat Alquran. Dan
insya allah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Observatorium
Pengamatan, Tgk. Chiek Kuta Karang akan memusatkan pengamatan Lantai III Kantor
Wilayah Kemenag Provinsi Aceh dengan menggunakan 6 unit teleskop astronomi. Warga
Aceh juga dapat melihat proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung
ke arah timur ketika bulan mulai terbit pada pukul 18.17 Wib hingga berakhir
gerhana sebagian pukul 19.49 Wib, juga dapat melihat live peristiwa gerhana
bulan pada channel youtube “Kemenag Aceh” atau Facebook “Kemenag Aceh.” Berdasarkan pengetahuan
kami dari Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kamis
(03/November/22), mereka memberitahu bahwa gerhana bulan kemungkinan terjadi
mulai pukul 15.08 WIB dimulai dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian akan
terjadi lagi gerhana bulan sebahagian pada pukul 16.08 WIB. Sedangkan awal
gerhana bulan total kemungkinan terjadi pada pukul 17.16 WIB, puncaknya pada
pukul 17.16 WIB, juga puncak gerhana tersebut akan berakhir pada pukul 18.42
WIB. Setelah total, kemungkinan berlanjut dengan gerhana bulan sebahagian
hingga pukul 19.49 WIB dan akhir penumbra terjadi pada pukul 20.57 WIB. Adapun
terjadi gerhana secara keseluruhan, gerhana akan terjadi selama 5 jam 57 menit,
tetapi wilayah Aceh hanya dapat merasakan gerhana ini selama 1 jam 32 menit,
mulai pukul 18.17 ketika bulan mulai terbit dari arah timur. Sedangkan terjadi
gerhana bulan total, kemungkinan hanya dapat dirasakan oleh warga aceh sekitar
25 menit saja.
Ketika
gerhana bulan total terjadi, bulan akan sedikit berwarna merah disekitar pukul
18.17 WIB sampai pukul 18.42 WIB, dan kemudian pada pukul 18.42 bulan akan
berbentuk sabit kecil dan kemudian cahaya akan sedikit demi sedikit memenuhi
piringan bulan hingga akan penuh kembali seperti bulan purnama yang sempurna
pada pukul 19.49 WIB.
Seiring berkembangnya zaman banyak kelompok manusia
yang tampak berkembang namun kapasitas dan pemikiran mereka semakin berkurang.
Bahkan, dewasa ini sering terdengar ditelinga sebuah
ungkapan “ulama terdahulu mengarang dalam berbagai disiplin ilmu, untuk zaman sekarang
apa faedahnya kita menyibukkan diri untuk menyusun kitab! Apa karangan mereka tidak
mampu menjawab permasalahan sekarang”. kata sebagian orang yang tidak berpikir.
Beranjak dari ungkapan di atas penulis tertarik untuk
mengkaji sebuah jawaban cerdas habib abdullah bin alawi al haddad yang mengutarakan
bahwa orang yang berkata demikian sangat tolol. Karena secara fitrah hati
manusia cenderung kepada hal-hal yang baru dan Allah swt. membuat ulama
berbicara sesuai dengan ahli zamannya.
Selain itu, mengarang juga membuat ilmu yang dimiliki
akan tersebar luas, generasi sesudah kita bisa mengambil banyak manfaat,
pengarang memperoleh hasil yang bernilai berupa syi’ar ilmu agama, dan
ia tertulis sebagai orang ‘alim yang berdakwah di jalan Allah SWT.
Seperti Sabda Rasul SAW :
من انعش لسانه حقا يعمل به من
بعده اجري عليه اجره الى يوم القيامة
Siapa saja yang mengatakan kebenaran sehingga beramal
oleh generasi sesudahnya, ia akan mendapatkan pahala orang yang beramal hingga qiyamah.
Qiyamullail adalah ibadah yang dianjurkan
dalam syari’at. Bagaimana tidak, bahkan Rasulullah SAW. sendiri Qiyamullail hingga
tumit beliau bengkak.
Sebagian ulama berargumen bahwa Rasulullah SAW.
melakukan hal demikian adalah untuk menyatakan undang-undang agama.
Lantas, bagaimana dengan kita yang mengklaim mengikuti
syari’at Rasul. Apakah kita sudah tekun Qiyamullail ?
Alhamdulillah bagi yang sudah tekun, tugas kita hanya
tertuju untuk meningkatkan ibadah yang dianjurkan di waktu malam dan mengikhlaskan
niat.
Sebaliknya, apa gerangan bagi yang belum tekun Qiyamullail
bahkan tidak mengenal sama sekali Qiyamullail. Tentu saja kita
menginginkan untuk mengikuti sunnah Rasul, namun karena dilatarbelakangi
oleh beberapa sebab sehingga keinginan itu tersusun di entri paling belakang.
Dari sini, penulis menarik ingin mengungkit empat
faktor yang memudahkan dalam mengaplikasikan Qiyamullail;
Pertama:
Tidak banyak makan. Adalah salah satu faktor yang
menyebab kita mudah untuk Qiyamullail, karena seandainya banyak makan, kita
akan kelamaan tidur dan susah untuk bangun.
Kedua:
Tidak bekerja berat diwaktu siang. Karena dengan
bekerja berat akan menyebabkan letih dan mendorong untuk tidur.
Ketiga:
Tidak meninggalkan qailulah (istirahat antara
waktu duha dan zuhur). Karena selain perkara sunah qailulah juga dapat
membantu untuk memudahkan Qiyamullail.
Ke empat:
Tidak menjauhi dosa dan kemaksiatan. Karena dengan
melakukan kemaksiatan dapat menyebabkan keras hati dan jauh dari rahmat Allah
sehingga susah untuk bangun malam.
Alkisah, suatu ketika ada seseorang mendatangi hasan al
bashri dan mengadu “wahai aba sa’id aku bermalam dalam keadaan sehat dan menginginkan
Qiyamullail sehingga aku siapkan air untuk bersuci. Tetapi aku tidak
terbangun, ada apa denganku ?
Aba hasan dengan simpel menjawab “dosamu yang merintangi
mu dari Qiyamullail!"
Bahkan dalam naskah yang lain hasan al bashri
mengungkapkan “seandainya seseorang melakukan sebuah kesalahan, maka ia tidak
sanggup Qiyamullail dan berpuasa".