Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Esensi Sujud Syukur


Beberapa waktu ini kita mungkin sering melihat para pesepak bola muslim yang melakukan sujud syukur ketika mencetak gol atau meraih kemenangan setelah bertanding. Namun hal tersebut mungkin menyisakan banyak pertanyaan terkait keabsahan sujud syukur yang mereka lakukan, apakah sah atau tidak sehingga membuat penulis tertarik untuk membahas esinsi dari sujud syukur itu sendiri.

Dalam Islam sujud syukur termasuk suatu ibadah yang disunnahkan ketika mendapatkan suatu nikmat dan keinginan atau terhindar dari musibah dan marabahaya, seperti ketika mendapat harta, kemenangan dalam suatu pertandingan atau lain sebagainya, begitu juga ketika terhindar dari banjir, longsor, ataupun terhindar dari maksiat sehingga disunnahkan sujud syukur ketika melihat orang yang kurang beruntung dalam menjalani kehidupan dengan kurangnya fisik mereka, dan melihat orang yang melakukan maksiat.

Dan dianjurkan untuk menampakkan sujud dihadapan pelaku maksiat dengan mengharap mereka terketuk hatinya sebab melihat kita bersyukur dan tidak khawatir timbul perlakuan yang tidak diinginkan dari si pelaku maksiat tersebut.

Tetapi tidak dianjurkan untuk menampakkan sujud dihadapan orang yang terkena musibah agar mereka tidak makin hancur hati dan mentalnya dalam menghadapi musibah.

Dibalik itu semua perlu juga kita perhatikan bahwa setiap ibadah tentunya memiliki syarat dan ketentuan agar dianggap sah dan diberikan ganjaran setelah dilaksanakan.

Adapun tata cara sujud syukur sama seperti sujud tilawah yang dilakukan diluar sembahyang, yaitu:

  1. Niat sujud syukur
  2. Takbir dengan mengangkat tangan seperti takbiratul ihram
  3. Takbir untuk turun ketempat sujud tanpa mengangkat tangan
  4. Sujud satu kali seperti sujud shalat biasa 
  5. Bangun dari sujud langsung salam seperti salam shalat biasa tanpa membaca tasyahud

Itu semua dilaksanakan setelah menyempurnakan semua syarat sah sembahyang seperti suci dari hadats, menutup aurat, dan menghadap qiblat.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan...

Akan Terjadi Gerhana Bulan Total di Aceh Pada hari Selasa 8 November 2022, Kemungkinan Akan Berlangsung Selama 25 Menit



Dan kami juga membaca, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg menyampaikan bahwa, gerhana bulan jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal hal buruk lainnya karena gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah. Iqbal menghimbau agar Imam Masjid dan Mushalla/Meunasah di seluruh Aceh dapat melaksanakan shalat sunnah gerhana (khusuf al-qamar) yang dilanjutkan dengan sedikit khutbah gerhana pada saat gerhana terjadi sebagaimana data di atas, dianjurkan setelah shalat maghrib berjamaah tepat ketika sedang terjadi gerhana bulan total. tatacara shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar) dilaksanakan dua rakaat dengan dua kali ruku’ pada setiap rakaatnya, Adapun di diantara ruku’ pada setiap rakaat dibacakan beberapa ayat Al-quran. Tata cara ini juga berlaku pada rakaat kedua sehingga dalam dua rakaat shalat gerhana terdapat empat kali ruku’ dan empat kali membaca ayat-ayat Alquran.
Dan insya allah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Observatorium Pengamatan, Tgk. Chiek Kuta Karang akan memusatkan pengamatan Lantai III Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh dengan menggunakan 6 unit teleskop astronomi.
Warga Aceh juga dapat melihat proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung ke arah timur ketika bulan mulai terbit pada pukul 18.17 Wib hingga berakhir gerhana sebagian pukul 19.49 Wib, juga dapat melihat live peristiwa gerhana bulan pada channel youtube “Kemenag Aceh” atau Facebook “Kemenag Aceh.”
Berdasarkan pengetahuan kami dari Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kamis (03/November/22), mereka memberitahu bahwa gerhana bulan kemungkinan terjadi mulai pukul 15.08 WIB dimulai dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian akan terjadi lagi gerhana bulan sebahagian pada pukul 16.08 WIB. Sedangkan awal gerhana bulan total kemungkinan terjadi pada pukul 17.16 WIB, puncaknya pada pukul 17.16 WIB, juga puncak gerhana tersebut akan berakhir pada pukul 18.42 WIB. Setelah total, kemungkinan berlanjut dengan gerhana bulan sebahagian hingga pukul 19.49 WIB dan akhir penumbra terjadi pada pukul 20.57 WIB.
Adapun terjadi gerhana secara keseluruhan, gerhana akan terjadi selama 5 jam 57 menit, tetapi wilayah Aceh hanya dapat merasakan gerhana ini selama 1 jam 32 menit, mulai pukul 18.17 ketika bulan mulai terbit dari arah timur
.
Sedangkan terjadi gerhana bulan total, kemungkinan hanya dapat dirasakan oleh warga aceh sekitar 25 menit saja.
Ketika gerhana bulan total terjadi, bulan akan sedikit berwarna merah disekitar pukul 18.17 WIB sampai pukul 18.42 WIB, dan kemudian pada pukul 18.42 bulan akan berbentuk sabit kecil dan kemudian cahaya akan sedikit demi sedikit memenuhi piringan bulan hingga akan penuh kembali seperti bulan purnama yang sempurna pada pukul 19.49 WIB.