Kehidupan dunia hanyalah senda gurau tempat bercanda yang sementara. terkadang kita tidak memikirkan akhirat terkadang kita sakit telah di khianati oleh diri kita sendiri, hati kita menginginkan takwa namun diri kita sibuk dengan urusan dunia, bukan karna diri kita tidak mampu untuk melangkah, melainkan hati kita yang masih ditumbuhi oleh kecintaan terhadap dunia. Dunia yang tak ada habisnya, ambisi yang terus ada.
Tak tau akhirnya sampai dan entah bagaimana ujungnya.
Akhirat disangka mimpi, tak benar terjadi, sering di tertawakan bahkan tak jarang dimaki.
Sementara dunia terus di sanjung, diburu tiada henti, demi sebuah upah yang tidak berarti.
Dunia oh dunia ku telah menipu-ku.
Aku mengejar-mu dari pagi hingga sore hari, bahkan malam kita pun tak luput akan kegelisahan urusan dunia.
Di usia-ku saat ini Aku tidak sedang bertanya apa lagi yang kuinginkan.
Di usia ku saat ini, harusnya aku hanya bertanya apakah Allah sudah mengampuni dosa-dosaku.
Kita sibuk dengan urusan perasaan tanpa sadar jatah usia kita hampir habis.
Terkadang kita sibuk membicarakan aib orang lain padahal diri kita penuh dengan aib yang kita lalai untuk memperbaikinya.
Terkadang kita sibuk meratapi kesedihan masa lalu sehingga lupa ada masa di mana kesedihan itu pasti berakhir.
Kita sibuk menangisi luka hingga lupa ada jutaan dosa yang layak kita ratapi.
