Dakwah bukan sembarang mengajak, dakwah ini
harus didasari ilmu dan keyakinan sehingga wajib bagi kita yang mengajak
terhadap kebaikan di jalan Allah menguasai apa yang akan di dakwahkan. Berilmu
tentang apa yang akan kita dakwahkan, berilmu tentang bagaimana tata cara kita
berdakwah dan berilmu tentang obyek dakwah kita, sehingga dakwah akan menjadi
sebuah gerakan yang sangat indah dan tepat bertindak, ibarat seorang spesialis
yang mahir dalam mengatasi masalah.
kadang kala realita yang terjadi tidak se spesialis
demikian. Bahkan Sebagian di antara kita mungkin menganggap bahwa menuntut ilmu
agama hukumnya sunah , yakni diberi pahala bagi orang yang melakukannya dan
tidak berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya. Padahal, hukum menuntut
ilmu agama adalah wajib atas setiap muslim hingga akan berimbas dosa bagi orang
yang meninggalkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
طَلَبُ الْعِلْمِ
فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu diwajibkan kepada setiap muslim
Al-Alamah Habib Salim Bin Abdullah Bin Umar
Asy-Syatiri pernah melarang bagi siapa saja yang hobi dakwah dengan ilmu yang
pas-pasan dengan ungkapan:
"Jangan masuk ke medan dakwah, kecuali
engkau memperoleh ilmu yang cukup. Bertapa banyak para pendakwah yang jahil,
apabila mereka ditanya kemudian berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka tersesat
dan menyesatkan"
Kehidupan dunia hanyalah senda gurau tempat bercanda yang sementara. terkadang kita tidak memikirkan akhirat terkadang kita sakit telah di khianati oleh diri kita sendiri, hati kita menginginkan takwa namun diri kita sibuk dengan urusan dunia, bukan karna diri kita tidak mampu untuk melangkah, melainkan hati kita yang masih ditumbuhi oleh kecintaan terhadap dunia. Dunia yang tak ada habisnya, ambisi yang terus ada.
Tak tau akhirnya sampai dan entah bagaimana ujungnya. Akhirat disangka mimpi, tak benar terjadi, sering di tertawakan bahkan tak jarang dimaki. Sementara dunia terus di sanjung, diburu tiada henti, demi sebuah upah yang tidak berarti.
Dunia oh dunia ku telah menipu-ku.
Aku mengejar-mu dari pagi hingga sore hari, bahkan malam kita pun tak luput akan kegelisahan urusan dunia. Di usia-ku saat ini Aku tidak sedang bertanya apa lagi yang kuinginkan.
Di usia ku saat ini, harusnya aku hanya bertanya apakah Allah sudah mengampuni dosa-dosaku.
Kita sibuk dengan urusan perasaan tanpa sadar jatah usia kita hampir habis.
Terkadang kita sibuk membicarakan aib orang lain padahal diri kita penuh dengan aib yang kita lalai untuk memperbaikinya. Terkadang kita sibuk meratapi kesedihan masa lalu sehingga lupa ada masa di mana kesedihan itu pasti berakhir. Kita sibuk menangisi luka hingga lupa ada jutaan dosa yang layak kita ratapi.
Mari kita bermuhasabah diri agar kita lebih arif dan selamat dunia akhirat. Amin.
Ali bin Khasyram berkata: "Aku melihat Waqi' bin Jarrah. Dia tidak pernah terlihat membawa buku sedangkan Dia lebih banyak menghafal dari pada kami. Aku takjub dengan hal itu lalu kutanyakan kepadanya: "Wahai Waqi', kamu tidak pernah membawa buku dan menulis, lalu kamu lebih banyak hafal daripada kami?"
Waqi' berbisik di telingaku, Ia berkata: "Wahai Ali, kalau kuberitahu kamu obat lupa apakah kamu akan mengerjakannya?"
"Iya, demi Allah" jawab Ali.
Dia berkata: "Meninggalkan maksiat. Demi Allah Aku tidak tahu yang menguatkan hafalan lebih baik daripada meninggalkan maksiat."
قال علي بن خشرم رحمه الله : رأيت وكيع بن الجراح ولم يكن بيده كتاب ، وكان يحفظ مالا نحفظ فعجبت من ذلك فسألته
وقلت : يا وكيع لا تحمل كتاباً ولا تكتب سواداً في بياض ، وتحفظ أكثر مما نحفظ ؟
فقال وكيع وقد أسّر في أُذني : ياعلي ! إن دللتك على دواء النسيان أتعمل به ؟ قلت إي وا
قال ترك المعاصي فوالله ما رأيت أنفع للحفظ من ترك المعاصي
Bagi
kaum beriman, tenangnya hati seharusnya bukan disebabkan oleh berlimpahnya
harta, atau tingginya jabatan. Tenangnya hati selayaknya disebabkan oleh
aktifnya mengingat nama-nama dan keagungan Allah swt. Karena dengan berdzikir jiwa
kita akan tentram. Apalagi dzikir itu dimaksudkan untuk mendorong hati menuju
kesadaran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah swt, bukan sekadar ucapan
dengan lidah.
Sebagai
seorang yang beriman, sudah seharusnya segala urusan dalam hidup harus menjadi
zikrullah dan jalan untuk lebih dekat kepada Allah. Jika diberi kelebihan
jangan ujub, dan jika diberi kekurangan jangan minder. Terima saja, karena
semua adalah milik Allah. Yang menurut manusia cacat dan kurang, boleh jadi itu
adalah cara Allah melindungi hamba-Nya dari kesombongan, dari ujub dan dari
kemaksiatan.
Rumus ketenangan hati, yakni jika melihat kelebihan orang lain jangan iri,
karena semua hanya milik Allah. Dan jika melihat kekurangan orang lain jangan
menghina, karena boleh jadi orang yang memiliki keterbatasan dalam dirinya,
justru memiliki kemuliaan disisi Allah SWT dibandingkan orang yang merasa
sempurna. Jika kita ingin merasakan nikmatnya iman, kuncinya adalah zikrullah. Sebagaimana
firman-Nya :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ القُلُوْب
Artinya:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram"
Seharusnya kita ingat Allah
bukan hanya saat melihat langit. Paling nikmat dalam hidup ini adalah mengagumi
Allah dengan melihat ciptaannya, betapa Maha Kuasanya Allah yang telah
menciptakan alam semesta beserta isinya.
Di
antara mereka yang mati-matian membela Nabiﷺ adalah:
1. Abu
Thalhah Al-Anshari radhiallahu’anhu, Ketika perang Uhud, kaum muslimin lari meninggalkan
Rosulullohﷺ sedangkan
Abu Tholhah berada di hadapan Nabiﷺ., melindunginya
dengan perisai.”
Anas mengatakan: “Abu Tholhah adalah seorang pemanah yang
handal, ia sangat cepat dalam mencabut anak panah. Pada hari itu ia mematahkan
dua atau tiga buah busur (saking banyaknya dia memanah-pent.)”
Anas mengatakan: “Ada seseorang yang lewat dengan membawa
kantong anak panah, ia mengatakan; ‘Berikan kepada Abu Tholhah!’.
Anas mengatakan: “Ketika Nabiﷺ melongokkan kepalanya mau melihat kepada pasukan,
Abu Tholhah mengatakan: ‘Wahai Nabi Allah, demi bapak dan ibuku, janganlah
engkau melongok agar engkau tidak terkena panah musuh,biarkan saya yang terkena
asal engkau selamat.’.”
Abu Thalhah memanah di depan Nabi sambil berkata: “Wajahku
sebagai pelindung wajahmu dan jiwaku sebagai penebus jiwamu”.
صرف العبد جميع ما انعم الله به فيما خلق لاجله اي ان يصرف جميع الاعضاء والمعانى انعم الله عليه بها فى الطاعات التى طلب استعمالها فيها (اعانة الطالبين جص)
Artinya: “menyalurkan (memfungsikan) semua yang telah dikaruniakan Allah kepada hambaNya menurut fungsi dan tujuannya. Atau menyalurkan (memfungsikan) semua potensi yang telah dikaruniakan oleh Allah untuk tujuan pengabdian kepadaNya.
Allah subhânahu wata’âlâ memerintahkan agar kita semua bersyukur kepada-Nya. Perintah ini tidak berarti bahwa Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia. Tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Tuhan yang Maha Kaya, Terpuji dan Berkuasa atas seluruh alam ini. Perintah syukur itu sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan manusia sendiri sebab Allah akan menambah nikmat-Nya kepada manusia apabila manusia bersyukur kepada-Nya sebagaimana ditegaskan dalam surat Ibrahim, ayat 7:
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
1. Adzab dari Allah subhânahu wata’âlâ:
•Bisa berupa siksaan di neraka kelak.
•Bisa juga berupa guncangan mental yang membuat hidup di dunia ini tidak tenang.
•Bisa mengalami stres berkepanjangan.
Bersyukur kepada Allah subhânahu wata’âlâ sesungguhnya tidak cukup kalau hanya mengucapkan “alhamdulillah” saja sebab setidaknya ada tiga cara mengungkapkannya sebagai berikut:
1.Melalui Aktivitas Lisan
Aktivitas lisan ini, ucapan “alhamdulillah” adalah hal minimal yang harus kita lakukan. Aktivitas lain adalah berkata yang baik-baik.
2.Melalui Aktivitas Hati
Dalam aktivitas hati ini, bagaimana mengelola hati menjadi hal sangat penting. Aktivitas hati terkait dengan syukur bisa diwujudkan dalam bentuk perasaan senang, ikhlas dan rela dengan apa sudah yang ada. Syukur tidak mensyaratkan sukses dalam hidup ini sebab kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia takkan pernah bisa dihitung. Manusia takkan pernah mampu menghitung seluruh kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Allah dalam surat Ar-Rahman, ayat 13, bertanya kepada manusia:
فَبِأَيِّ آلاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Artinya: “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat tersebut diulang berkali-kali dalam ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama, yakni Ar-Rahman. Pengulangan ini tentu bukan tanpa maksud. Allah menantang kepada manusia untuk jujur dalam membaca dan menghitung kenikmatan yang telah Dia berikan. Bagaimana kita bisa bisa bernapas, bagaimana kita bisa melihat dan mendengar serta bagaimana kita bisa merasakan dengan panca indera kita? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu saja kita sudah tidak mampu menghitung berapa kenimatan yang terlibat di dalamnya. Maka barangsiapa tidak bersyukur kepada Allah, sesungguhnya dia telah kufur atau mengingkari kenikmatan-kenikmatan
Orang-orang yang bersyukur kepada Allah tentu memiliki jiwa yang ikhlas dalam melakukan dan menerima sesuatu. Orang-orang yang bersyukur tentu tidak suka berkeluh kesah atas kekurangan-kekurangan atau hal-hal tidak menyenangkannya. Orang-orang bersyukur tentu lebih sabar daripada mereka yang tidak bersyukur. Memang untuk bisa bersyukur kita perlu kesabaran. Untuk bersabar kita perlu keikhlasan. Dengan kata lain, syukur, sabar dan ikhlas sesungguhnya saling berkaitan.
3.Melalui Aktivitas Fisik
Bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk:
•Baik melibatkan orang lain, seperti berbagi rejeki, ilmu pengetahuan, kegembiraan dan sebagainya.
•Atau Hanya melibatkan diri sendiri.
اعلم أن العبد لا يكون شاكرا لمولاه إلا إذا استعمل نعمته في محبته أي فيما أحبه لعبده لا لنفسه وأما إذا استعمل نعمته فيما كرهه فقد كفر نعمته كما إذا أهملها وعطلها وإن كان هذا دون الأول إلا أنه كفران للنعمة بالتضييع
Ketahuilah…
Seseorang tidak dikatakan bersyukur selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya sebagaimana bila ia menganganggurkan nikmat tersebut karena artinya ia telah menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai kehidupan bahagia.
Ref:
•Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah hal 64 dan
•Mau’izhoh al-Mu’miniin Min Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/420
Dan
kami juga membaca, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H
Iqbal SAg MAg menyampaikan bahwa, gerhana bulan jangan dikaitkan dengan
kematian, musibah atau hal hal buruk lainnya karena gerhana bulan merupakan
fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah. Iqbal menghimbau
agar Imam Masjid dan Mushalla/Meunasah di seluruh Aceh dapat melaksanakan
shalat sunnah gerhana (khusuf al-qamar) yang dilanjutkan dengan sedikit khutbah
gerhana pada saat gerhana terjadi sebagaimana data di atas, dianjurkan setelah
shalat maghrib berjamaah tepat ketika sedang terjadi gerhana bulan total.
tatacara shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar) dilaksanakan dua rakaat dengan
dua kali ruku’ pada setiap rakaatnya, Adapun di diantara ruku’ pada setiap
rakaat dibacakan beberapa ayat Al-quran. Tata cara ini juga berlaku pada rakaat
kedua sehingga dalam dua rakaat shalat gerhana terdapat empat kali ruku’ dan
empat kali membaca ayat-ayat Alquran. Dan
insya allah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Observatorium
Pengamatan, Tgk. Chiek Kuta Karang akan memusatkan pengamatan Lantai III Kantor
Wilayah Kemenag Provinsi Aceh dengan menggunakan 6 unit teleskop astronomi. Warga
Aceh juga dapat melihat proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung
ke arah timur ketika bulan mulai terbit pada pukul 18.17 Wib hingga berakhir
gerhana sebagian pukul 19.49 Wib, juga dapat melihat live peristiwa gerhana
bulan pada channel youtube “Kemenag Aceh” atau Facebook “Kemenag Aceh.” Berdasarkan pengetahuan
kami dari Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kamis
(03/November/22), mereka memberitahu bahwa gerhana bulan kemungkinan terjadi
mulai pukul 15.08 WIB dimulai dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian akan
terjadi lagi gerhana bulan sebahagian pada pukul 16.08 WIB. Sedangkan awal
gerhana bulan total kemungkinan terjadi pada pukul 17.16 WIB, puncaknya pada
pukul 17.16 WIB, juga puncak gerhana tersebut akan berakhir pada pukul 18.42
WIB. Setelah total, kemungkinan berlanjut dengan gerhana bulan sebahagian
hingga pukul 19.49 WIB dan akhir penumbra terjadi pada pukul 20.57 WIB. Adapun
terjadi gerhana secara keseluruhan, gerhana akan terjadi selama 5 jam 57 menit,
tetapi wilayah Aceh hanya dapat merasakan gerhana ini selama 1 jam 32 menit,
mulai pukul 18.17 ketika bulan mulai terbit dari arah timur. Sedangkan terjadi
gerhana bulan total, kemungkinan hanya dapat dirasakan oleh warga aceh sekitar
25 menit saja.
Ketika
gerhana bulan total terjadi, bulan akan sedikit berwarna merah disekitar pukul
18.17 WIB sampai pukul 18.42 WIB, dan kemudian pada pukul 18.42 bulan akan
berbentuk sabit kecil dan kemudian cahaya akan sedikit demi sedikit memenuhi
piringan bulan hingga akan penuh kembali seperti bulan purnama yang sempurna
pada pukul 19.49 WIB.